Monday, September 14, 2009

untukmu yang tak pernah datang

lalu..
aku pun tertatih dalam malam.
dalam rasa kerinduan padamu.
menunggu angin meniupkan nafasmu.
menunggu cinta yang kuyakin kan datang menungguku.

aku tertatih menunggumu.
aku terbakar dalam rindu.
rasa ini telah mengoyak seluruh jiwa ragaku.
menghempas harga diriku jauh-jauh.
dan dengan angkuh memaksaku untuk menikmatinya.
menikmatinya.

ku tunggu kau sampai matahari terbit.
bulan pun menggulung balik selimut malamnya.
bersiap untuk pergi bersama para bintang.
dan aku tetap menunggumu.

seakan jam yang telah berlalu adalah sesingkat hitungan menit.
masih haus hati ini akan cintamu.
masih diam disini menunggumu.
aku sanggup menunggumu bertahun-tahun.
sampai kau datang.


sampai kau datang...
mengambil jiwaku yang telah terkoyak
menyentuh harga diriku yang telah terhempas jauh.
dan mengajaku untuk menikmatinya.


   
 menikmatinya...



lalu waktu pun berlalu.
dan kau tak pernah datang.
tak pernah datang.
seiring dengan rasa ini bercampur benci.
kau tapih rasa ini.
kau mengambil jiwaku yang terkoyak, dan mengoyaknya lagi.
seakan serigala yang lapar,
kau hempasharga diriku ke langit dan kau gigit dengan kuat.lalu kau buang lagi.
dan kau paksa ku menikmatinya.
menikmatinya..


lalu,
aku pun tertatih dalam malam.
masih dalam rasa kerinduan padamu.
sambil bergetar, memungut jiwa,harga diri yang telah tercabik.
dan terhempas jauh..

untukmu yang tak pernah datang.




Jakarta,06-28-2009

0 comments:

 

©2009REE TALKS | by TNB